A. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam Lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia

Bangsa adalah orang-prang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, sejarah serta berpemerintahan sendiri.

Konsep berbangsa merupakan kesadaran individu yang memiliki landasan etika dan moral dalam bersikap mewujudkan makna sosial dan adil dalam setiap perilakunya.

Negara adalah suatu organisasi dan sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengakui adanya pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.

Konsep bernegara adalah kesadaran individu yang mempunyai kepentingan sama dan menyatakan diri sebagai satu bangsa di dalam satu wilayah Indonesia.

B. Bentuk-Bentuk Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam Konteks Sejarah Indonesia

  • Budi Utomo (Organisasi Kebangsaan Pertama)
    Budi Utomo adalah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan pelajar Stovia pada 20 Mei 1908.Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi bersifat politik. Berdirinya organisasi ini menandai kebangkitan kesadaran berB-N untuk melawan penjajah karna sejak berdiri, perjuangan bangsa Indoneisa ditempuh dengan cara organisasi modern demi kepentingan seluruh bangsa.
  • Sarekat Islam
    Didirikan oleh Kyai Hajai Samanhudi. Organisasi ini awalnya bernama Sarekat Dagang Islam yang bertujuan untuk melindungi sekaligus memajukan usaha para pedagang bumiputera dan meningkatkan pengalaman agama Islam di kalangan anggotanya. Pada Juni 1916, SI menyelenggarakan sidang Kongres Nasional SI
  • Indische Partij (Organisasi Politik Pertama)
    Organisasi ini didirikan pada 25 Desember 1912 oleh Tiga Serangkai (Douwes Dekker/Danurja Setiabudi, Suwardi Suryaningrat/Ki Hajar Dewantara, dan Cipto Mangunkusumo) untuk menggalang patriotisme dan menumbuhkan nasionalisme Indonesia, rasa persatuan, dan toleransi yang dilaksanakan melalui kegiatan propaganda dalam media cetak.
  • Pergerakan Pemuda (Sumpah Pemuda)
    Setelah Budi Utomo, dibentuk perkumpulan pemuda Tri Koro Dharmo (berarti tiga tujuan mulia, yaitu sakti, budhi, bakti) yang merupakan gerakan pemuda pertama untuk memperkokoh rasa persatuan antara pemuda Jawa, Sunda, Madura, Bali, Lombok. Kemudian nama organisasi ini berubah menjadi Jong Java.Selain itu, ada pula organisasi kedaerahalan lain, yaitu Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, Jong Batak, Jong Ambon, Jong Celebes (Sulawesi), dan Timoress Verbond. Untuk menanamkan semangat kerja sama antarperkumpulan pemuda Indonesia, pada 30 April-2 Mei 1926 diadakan Kongres Pemuda Indonesia I di Jakarta. Pada 31 Agustus 1926, Jong Indonesia disahkan.

    Pada 27-28 Oktober 1928, diadakan Kongres Pemuda Indonesia II untuk mempersatukan segala perkumpulan pemuda Indonesia. Kongres ini menghasilkan Sumpah Pemuda yang berisi tiga sendi persatuan Indonesia dan diperkenalkan lagu Indonesia Raya, serta bendera Merah Putih sebagai bendara pusaka Indonesia.

C. Bentuk-Bentuk Kesadaran Berbangsa dan Bernegara dalam Konteks Geopolitik

  • Pengertian Geopolitik
    Geopolitik  : Geo = bumi, Politeia (Bahasa Yunani) = kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri/negara, Teia (Bahasa Yunani) = urusanGeopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah, dan ilmu sosial dengan merujuk kepada percaturan politik internasional.  Ahli geopolitik : Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, Karl Haushofer

    Konsep geopolitik dalam konteks negara Indonesia dikembangkan dalam konsep Wawasan Nusantara yang diperlukan untuk mengatasi segala bentuk hambatan, ancaman, tantangan, dan gangguan dalam rangka mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.

  • Wawasan Nusantara
    Wawasan Nusantara yaitu cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengna mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


    Unsur Dasar Konsep Wawasan Nusantara

  • Wadah (contour) : merupakan tempat bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara berbagai kegiatan kenegaraan lain yang meliputi seluruh wilayah Indonesia dalam bentuk organisasi pemerintahan
  • Isi (content) : adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional dalam Pembukaan UUD45
  • Tata Laku (conduct) : merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi yang terdiri dari tata laku yang terlihat dan tidak terlihat.

    Konsep Wawasan Nusantara

  • Kesatuan Politik
    1) Kedaulatan wilayah nasional beserta kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah dan milik bangsa Indonesia
    2) Pancasila adalah satu-satunya falsafah serta ideologi bangsa dan negara yang melandasi menuju tujuannya
    3) Seluruh Kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan hukum (hanya ada satu hukum nasional)

    Didasari Deklarasi Djuanda 13-12-1957 yang menyebutkan Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau, dipandang sebagai satu kesatuan yang terdiri dari daratan yang dihubungkan oleh perairan.

  • Kesatuan Ekonomi
    1) Kekayaan wilayah Nusantara adalah modal dan milik bangsa
    2) Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang di seluruh daerah
    3) Kehidupan perekonomian di wilayah Nusantara merupakan kesatuan ekonomi yang atas asas kekeluargaan
  • Kesatuan Sosbud
    1) Masyarakat Indonesia sebagai satu bangsa memiliki kehidupan yang serasi dengan tingkat kemajuan masyarakat
    2) Budaya Indonesia adalah satu
  • Kesatuan Hankam
    1) Ancaman terhadap satu pulau/daerah merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara
    2) Tiap WN mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam rangka pembelaan negara dan bangsa


    Tujuan Wawasan Nusantara
    Secara umum, untuk mewujudkan nasionalisme dan meningkatkan persatuan di segala aspek kehidupan WNI. Kemudian penjelasan tersebut dibagi ke dalam dua tujuan pokok, yaitu tujuan ke dalam dan tujuan ke luar.

  • Tujuan ke dalam adalah untuk mewujudkan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan bangsa, baik alamiah/sosial
  • Tujuan ke luar adalah ikut serta dalam mewujudkan kebahagiaan, ketertiban, dan perdamaian seluruh umat manusia

    Fungsi Wawasan Nusantara
    Sebagai pedoman dalam menentukan segala kebijakan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia yang mengutamakan kepentingan nasional.

  • Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran kebangsaan Indonesia
  • Menanamkan kecintaan terhadap tanah air Indonesia
  • Menumbuhkan kesadaran dan pemahaman tentang hak, kewajiban, dan tanggung jawab warga negara
  • Mengembangkan kehidupan bersama yang multikultural dan plural
  • Mengembangkan keberadaan masyarakat madani