Dimulai dari sosialisasi BOB 2015 di kelas-kelas. Apa itu BOB 2015? BOB 2015 adalah singkatan dari Best of The Best 2015, yaitu pemilihan murid-murid kelas 10 dan 11 SMAN 1 Bekasi untuk mengikuti pembinaan yang selanjutnya akan diseleksi dan menjadi perwakilan SMAN 1 Bekasi dalam OSK (Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kota).

Karna saya mengikuti salah satu ekskul non-wajib di SMAN 1 Bekasi yang bernama Geol atau Gemar Olimpiade divisi mata pelajaran Fisika, saya berniat untuk mengikuti BOB Fisika sejak awal, dan akhirnya saya beserta 2 teman dari kelas saya mencoba perutungan kami untuk mengikuti BOB Fisika.

Sebelum BOB tersebut dilaksanakan, setiap hari kamis diadakan pembinaan untuk persiapan BOB. Namun karna saya malas kepadatan jadwal saya, saya tidak pernah mengikuti pembinaan tersebut. Tetapi karna sebelumnya saya pernah mengikuti pembinaan fisika dari ekskul Geol, setidaknya saya mempunyai sedikit bekal untuk mengikuti BOB.

Akhirnya hari dimana BOB 2015 dilaksanakan pun tiba. Setelah beberapa kali diadakan pembinaan BOB, meskipun saya tidak pernah mengikutinya. Saya datang ke SMAN 1 Bekasi di pagi hari, saya pun mencari ruangan BOB Fisika, namun ternyata nama saya tidak ada dalam daftar peserta, jadi saya harus menulis nama saya di absensi yang ada di meja piket.

Setelah selesai, saya memasuki ruangan BOB Fisika 1 dan duduk di bangku yang telah ditentukan. Sembari menunggu waktu BOB dimulai, saya membaca catatan pembinaan fisika saya, meskipun saya tidak begitu mengerti. Beberapa orang di ruangan saya, sibuk membicarakan rumus-rumus yang tidak pernah saya dengar sebelumnya, hingga menyombongkan membicarakan nilai ulangan fisika. Saya sempat berkecil hati, selain karena saya tidak mengerti apa-apa, nilai ulangan fisika saya juga tidak sebagus peserta lain, mungkin saya tidak akan lolos.

Waktu menunjukkan pukul 08.00, berarti waktu BOB pun dimulai. Pengawas saya, Pak Hidayat yang merupakan guru musik saya membagikan soal dan lembar jawaban.

Saya membaca soal tersebut dan reaksi saya hanyalah TERCENGANG. Kenapa? Karna hanya ada 3 soal essay yang tidak ada angka satupun di soal tersebut, hanyalah tanda alfa, beta, gamma, theta, dan sebagainya. Saya tidak pernah melihat soal seperti itu, latihan soal saat pembinaan fisika Geol pun tidak menggunakan tanda-tanda tersebut.

Saya mencoba menjawab soal nomor 1. Selama hampir 2 jam menjawab, saya tidak kunjung menemukan jawabannya, saya akhirnya menjawab sebisa saya dan mencoba mengerjakan nomor 2 yang materinya sama sekali tidak pernah saya pelajari sebelumnya. Saya tidak mengerjakan soal nomor 3 karna saya benar-benar tidak tahu harus menulis apa. Setelah selesai saya mengumpulkan lembar jawaban saya dan meninggalkan ruang BOB Fisika.

Setelah beberapa minggu BOB berlalu, saatnya pengumuman peserta yang lolos BOB. Pengumuman tersebut ditempelkan pada mading sekolah. Saya melihat pengumuman tersebut dan ternyata saya lolos, Alhamdulillah, saya tidak menyangka dengan jawaban yang ‘seadanya’, saya bisa lolos meskipun berada diurutan 20-an. Namun kedua teman sekelas saya yang mengikuti BOB Fisika tidak lolos.

Peserta yang lolos BOB harus mengikuti pembinaan OSK setiap sabtu-minggu untuk mempersiapkan seleksi OSK. Namun untuk permulaan, pembinaan OSK hanya dilakukan setiap sabtu. Saya mencoba untuk rutin mengikuti pembinaan tersebut karna saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan saya.

Sampai saat ini pembinaan masih terus dilakukan, saya kurang tahu kapan tepatnya seleksi OSK itu dilaksanakan. Semoga saya bisa lolos seleksi dan mengikuti OSK 2016! Aamiin


[UPDATE]

Seleksi OSK akhirnya diselenggarakan, saat itu hari sabtu di Auditorium SMAN 1 Bekasi. Saya duduk di paling belakang barisan divisi Fisika, disamping Kak Nadia Mayang dari divisi Kimia, saya duduk dan tidak lama setelah itu soal pun dibagikan.

Kali ini ada 7 soal essay dari seluruh materi yang sudah dipelajari selama pembinaan hari sabtu dan minggu. Saya mengerjakan soal yang paling mudah, tidak mudah tetapi paling mudah diantara soal yang lainnya.

Setelah itu saya bingung harus mengerjakan apalagi. Saya melihat ke samping saya, Kak Nadia Mayang sedang fokus mengerjakan soal kimia, tulisannya sangat rapih, menggunakan pulpen dengan tinta warna-warni, berbanding terbalik dengan tulisan saya yang penuh coretan dan sulit dibaca. Oke ini tidak penting.

Saya pun mengerjakan soal yang lainnya sebisa saya, dengan prinsip ‘yang penting ngerjain’. Setelah selesai, saya menuliskan daftar anggota divisi fisika dan membuat prediksi siapa saja yang akan lolos untuk ikut OSK 2016. Karena yang lolos hanya 10 orang, dan anggota divisi fisika berjumlah 2 kali lipatnya. Artinya, setengah dari anggota divisi fisika akan tidak lolos. Saya pun merasa pesimis, karena anggota divisi fisika lain mayoritas dari kelas 11 yang notabenenya sudah mengerti lebih banyak tentang fisika.

2 jam berlalu, beberapa divisi lain sudah meninggalkan ruangan Auditorium, sedangkan fisika masih tersisa waktu satu jam lagi.

Apa yang saya lakukan di satu jam terakhir? Ya, saya tertidur. Saya bingung harus menulis apa lagi, dan kebetulan saya sangat mengantuk, jadi saya tidur saja.

Saya pun terbangun saat waktu masih tersisa 30 menit, lagi-lagi saya bingung harus berbuat apa. Akhirnya saya mengambil satu kertas buram saya yang masih bersih dan menulis lirik-lirik lagu favorit saya diatasnya hingga waktu habis. Saya pun mengumpulkan lembar jawaban saya dan meninggalkan ruangan Auditorium.

Entahlah bagaimana nanti hasilnya, saya sudah pesimis tidak akan mengikuti OSK 2016. Saya pun berganti baju dan mengikuti latihan ekskul Palang Merah Remaja.


[UPDATE]

Pengumuman peserta yang akan mengikuti OSK 2016 akhirnya keluar. Alhamdulillah saya lolos, jujur saya sama sekali tidak menyangka. 90 orang yang lolos untuk mengikuti OSK 2016 akan mengikuti pembinaan di P4TK BMTI Cimahi, Bandung selama 6 hari untuk intensif persiapan OSK 2016.

Saya sungguh tidak menyangka, dari awal hanya ‘coba-coba’, sekarang saya berhasil lolos untuk mengikuti OSK 2016. Semoga tim olimpiade SMAN 1 Bekasi divisi Fisika berhasil lolos sampai OSN 2016! Walaupun saya pesimis tidak akan lolos hingga OSP, tapi semoga anggota yang lain berhasil membawa medali untuk SMAN 1 Bekasi.

 

 

Advertisements